Feminisme adalah suatu gerakan emansipasi wanita yang dilatar belakangi karena kesadaran atas ketertindasan wanita oleh laki-laki akibat pembagian peran gender dalam masyarakat. Dimana perempuan di masyarakat selalu diposisikan lebih direndahkan , lebih dirugikan dan lebih dipinggirkan daripada laki-laki. Dalam etika kehidupan-pun, sebagian besar masyarakat kita masih menganggap kaum perempuan adalah kaum yang lebih lemah.

Berdasarkan jenis gerakannya, feminism dapat digolongkan dalam beberapa kategori yakni, (1) feminism liberal yang menitikberatkan pada prinsip kesetaraan, (2) feminism radikal yang berprinsip pada suatu konflik, (3) feminism poskolonialis yang berpegangan bahwa suara perempuan tidak pernah didegarkan, (4) ekofeminis yang merupakan gerakan ramah lingkungan dan ramah biologi, dan (5) feminism marxis yang menganggap bahwa negara bersifat kapitalis.

Berhubungan dengan hal tersebut, kami hendak sedikit menguraikan mengenai salah satu jenis gerakannya, yakni feminism radikal. Feminisme Radikal adalah salah satu kelompok feminis yang menganut teori konflik, yang berasumsi bahwa perubahan akan terjadi melalui konflik yang akhirnya akan mengubah posisi dan hubungan. Demikian juga, perubahan hubungan antara laki-laki dan perempuan hanya akan dilihat dari konflik antar dua kepentingan. Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca dibagian pembahasan.

 

A.Sejarah Feminisme Radikal

Pada abad ke-20 perempuan radikal bergabung dengan program liberal sedangkan awal 1960-an di Amerika Serikat perempuan-perempuan memiliki hasrat untuk memperbaiki kondisi perempuan, timbul dalam konteks partisipasi mereka dalam satu atau lebih gerakan sosial radikal.

Secara etimologis kata feminisme berasal dari bahasa Latin, yaitu femina yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi feminine, artinya memiliki sifat-sifat sebagai perempuan. Kemudian kata itu ditambah “ism” menjadi feminism, yang berarti hal ihwal tentang perempuan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), feminisme diartikan sebagai gerakan wanita yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum wanita dan pria.

Feminisme Radikal adalah suatu gerakan dimana perempuan menganggap dirinya tertindas karena dikuasai oleh laki-laki. Aliran ini bertumpu pada pandangan bahwa penindasan terhadap perempuan terjadi akibat sistem patriarki.Dalam pandangan aliran ini menganggap bahwa tubuh perempuan itu merupakan objek oleh kekuasaan laki-laki.Feminisme radikal ini lebih mempermasalahkan kepada tubuh biologisnya dimana mereka memiliki hak-hak atas reproduksi perempuan yang perlu dijaganya.

Feminisme radikal adalah aliran dalam feminis yang mengedepankan hak-hak individu untuk memilih. Memilih apa yang kaum perempuan yakini untuk dilakukan. Lesbian, yang adalah dipandang sebagai the third sex, ia adalah seks ketiga karena orientasi seksualnya yang berbeda, maka ia menjadi teralienasi atau diasingkan bahkan cenderung teraniaya lebih parah daripada perempuan yang heteroseks atau orientasi seksual lawan jenis yang dianggap normal.“The personal is political” bahwa pengalaman-pengalaman individual perempuan mengenai ketidakadilan dan kesengsaraan yang dianggap sebagai masalah-masalah personal, pada hakikatnya adalah isu-isu politik yang berakar pada ketidakseimbangan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan.

Para penganut feminisme radikal tidak melihat adanya perbedaan antara tujuan personal dan politik, unsur-unsur seksual atau biologis.Sehingga dalam melakukan analisis tentang penyebab penindasan terhadap kaum perempuan oleh laki-laki, mereka menganggapnya berakar pada jenis kelamin laki-laki itu sendiri beserta ideologi patriarkinya.Dengan demikian ‘kaum laki-laki’ secara biologis maupun politis adalah bagian dari permasalahan.Dari situlah aliran feminisme ini menganggap bahwa penguasaan fisik perempuan oleh laki-laki, seperti hubungan seksual, adalah bentuk penindasan terhadap kaum perempuan (Jaggar, 1977).Bagi mereka, patriarki adalah dasar dari ideologi penindasan yang merupakan sistem hirarki seksual di mana laki-laki memiliki kekuasaan superior dan privilege ekonomi (Eisenstein, 1979).

 

 

 

B.Tokoh Feminisme Radikal

Tong (2004:70) berpendapat feminisme radikal terbagi menjadi dua yaitu: (a) radikal-libertarian dan (b) radikal kultural. Tong mengambil teks karya Kate Millet dan Shulamith Firestone sebagai representasi radikal libertarian dan teks karya Marilyn French dan Mary Daly sebagai representasi radikal kultural.

Bagi radikal libertarian akar masalah yaitu semua kontruksi merupakan bentukan patriarki dan hal tersebut harus dihancurkan secara total.Hal ini berarti merekonstruksi ulang baik pemikiran, atribut identitas, sistem nilai dan sebagainya dalam masyarakat. Untuk melawan opresi pertama ialah dengan menyadari bahwa perempuan tidak ditakdirkan pasif dan kemudian mengembangkan kombinasi apa pun  dari sifat feminis dan maskulin yang paling baik yang merefleksikan kepribadian unik mereka masing-masing (Tong, 2004:72).

Tong mengartikulasikan Millet menuliskan seks adalah politik, terutama karena hubungan laki-laki dan perempuan merupakan paradigma dari semua hubungan kekuasaan. Akar opresi perempuan tertanam dalam sistem patriarki. Idiologi patriarkal membesar-besarkan perbedaan  biologis antara perempuan dan laki-laki agar memastikan peran maskulin yang dominan sehingga mendapatkan persetujuan atas opresi yang mereka lakukan. Millet memprotes banyak hal termasuk pornografi yang layaknya iklan yang menyeragamkan citra bentuk tubuh perempuan (Tong, 2004:73-75) dan tentunya menginvasi imajinasi pria.

Firestone bergerak lebih radikal dari Millet. Mengartikulasikan Firestone, Tong menyatakan penghapusan standar ganda seksual yang diusulkan Millet adalah tidak cukup. Dibutuhkan lebih dari revolusi biologis dan sosial untuk menghasilkan jenis pembebasan manusia ini: reproduksi buatan (ex utero) menggantikan reproduksi alami (in utero). Firestone meletakkan kenikmatan erotis diatas segalanya sehingga eksperimentasi seksual menjadi hal yang lumrah dengan membayangkan jika hal itu terjadi akan membentuk surga dunia (Tong 2004:77-78). Mungkin dari sinilah aktivitas yang berorientasi pilihan hak-hak seksualitas erotis yang marak dalam abad 21 mendapatkan pijakannya.

Kemudian, Tong mengartikulasikan Marilyn French menuliskan bahwa sifat tradisional perempuan adalah lebih baik dari sifat tradisional laki-laki. Dengan menilik sejarah manusia, perempuan berada pada tempat istimewa di dalam harmoni alam. Timbul spekulasi bahwa pada manusia awal terbentuk sistem matrisentris karena ibu memainkan peran utama didalam kegiatan keterikatan, berbagi,  partisipasi harmonis dengan alam, yang kesemuanya berorientasi pada kelangsungan hidup. Populasi  manusia yang bertambah semakin menjauhkan dan mengalenasikan manusia dari ibu bumi dengan mengembangkan teknologi eksploitasi.  Berbagai hal tersebut memicu efek negatif seperti hasrat menguasai bukan hanya alam tetapi perempuan yang diasosiasikan dengan alam. Untuk memasuki abad 21 French menyarankan untuk mengintegrasikan nilai-nilai feminim kedalam masyarakat patriarkal seperti kelembutan, cinta kasih, saling berbagi, saling menjaga setara dengan kendali dan struktur, rasa memiliki dan status (Tong, 2004 :80-81).Melihat perempuan sebagai penjaga keberlangsungan hidup manusia (baik awal maupun ultima) merupakan strategi untuk meningkatkan rasa percaya diri dan superioritas perempuan yang selama ini inferior dengan tidak serta merta meninggalkan relasi dengan alam.

Lebih jauh dari French, Daly membenamkan lebih dalam nilai maskulin tradisional. Menurut Tong, Daly melakukan transvaluasi nilai mengikuti Nietzche. Budak harus terbebas dari segala belenggu.Perempuan yang diinginkan oleh Daly ialah wild female (perempuan liar/bebas) yaitu jika diibaratkan dengan burung dalam sangkar, burung yang telah dicat berwarna warni oleh pemiliknya diharuskan terbang bebas meninggalkan sangkar dan menghempaskan warna warni cat yang bukan keinginannya untuk menampilkan kekuatan dan kecantikan yang asli. Daly menolak istilah Tuhan (karena baginya kematian perempuan), homoseksualitas (karena hal itu menghapuskan lesbian, istilah cinta sejenis juga tunggal), dan androgini (istilah itu hanya memilin kata dan menghasilkan yang sama seperti halnya John Travolta dan Farrah Fawcet-Majors direkatkan bersama). Daly sangat mendukung kebebasan nafsu dalam ekperimentasi seksual  karena tidak ada moral patriarkal yang akan dapat menahan kekuatan dan gelombang vulkanik perempuan (Tong, 2004:86- 93).

 

C.Ciri-ciri Feminisme Radikal Secara Umum

1.Penindasan terhadap perempuan terjadi akibat sistem patriarki

2.Pemikiran kaum laki-laki secara biologis maupun politis adalah bagian dari permasalahan

3.Tubuh perempuan merupakan objek utama penindasan oleh kekuasaan laki-laki. Penguasaan fisik perempuan oleh laki-laki seperti hubungan seksual adalah bentuk dasar penindasan Oleh karena itu, feminisme radikal mempermasalahkan tubuh serta hak-hak reproduksi, seksualitas (termasuk lesbianisme), seksism, relasi kuasa perempuan dan laki-laki, dan dikotomi privat danpublik.

4.Merupakan protes terhadap eksploitasi wanita dan double bourden (sebagai istri, ibu dan pasangan sex laki-laki).

5.Menolak sistem hierarkis yang berstrata berdasarkan garis gender dan kelas sebagaimana diterima oleh feminis liberal

6.Feminisme radikal meyakini bahwa seksisme adalah bentuk represi yang pertama, yang paling menyebar dan paling dalam

 

D.Perbedaan Radikal-libertarian dan Radikal-kultural

Menurut Tong, hal lain yang membedakan feminis radikal libertarian dan radikal kultural adalah lesbianisme. Lesbianisme benar-benar muncul sebagai isu dalam gerakan perempuan ditahun 1970an yang pertentangannya dalam organisasi telah dijelaskan sebelumnya (pada organisasi NOW). Hal lain yang membedakan selanjutnya adalah pandangan mengenai reproduksi. Bagi kaum radikal libertarian, perempuan harus menggantikan modus alamiah dengan modus artifisial (jika dimungkinkan melahirkan diluar biologis perempuan untuk mengeleminasi kesakitan dan kemungkinan negatif lainnya) serta mengoptimalisasi waktu dan energi produktif.Sedangkan bagi radikal kultural beranggapan sumber utama kekuatan perempuan ada pada kekuatan mereka untuk menghadirkan kehidupan baru (Tong 2004, 103,107).Menjadi ibu melahirkan generasi mengisi bumi menjadi utama bagi radikal kultural sedangkan bagi radikal libertarian tidak harus begitu.

Feminisme radikal ini terbagi menjadi dua aliran yakni:

1. Radikal libertarian :

a.memberikan perhatian terhadap cara konsep feminitas dan juga peran serta tanggung jawab reproduksi dan seksual, berfungsi untuk membatasi pengembangan diri perempuan sebagai manusia yang utuh.

b.menganjurkan bahwa laki-laki memiliki karakter maskulin saja dan perempuan feminin saja

c.menyamakan dengan realitas laki-laki

d.menikmati seks secara bebas

e.Prinsip Androgini pada perempuan dan laki-laki

f.kontrol perempuan atas pemilihan pasangan dan seksualitasnya sendiri

g.teknologi yang akan mengangkat beban fisik dan psikologis perempuan

2. Radikal kultural :

a.mengintruksikan perempuan untuk menjaga karakter femininnya dari tambahan sifat maskulin yang beracun

b.keyakinan akan keunikan dari perempuan yang harus dihormati dan diakui

c.peran ibu dinilai tinggi

d.Memerangi bentuk-bentuk kekerasan pada perempuan pornografi, perdagangan perempuan dsb.

e.menemukan kembali feminitas dan seksualitas sebagai hal yang positif.

E.Gerakan Feminisme Radikal di Indonesia

1.FEMEN

Organisasi FEMEN Didirikan di Kiev, Ukraine pada tahun 2008 dan menyebar cepat ke Paris hingga saat ini menjadi organisasi terbesar di Eropa Barat.Pada awalnya gerakan femen merupakan gerakan perempuan yang melakukan protes eskshibisionis feminis yang didirikan di Ukraine pada tahun 2008.Kelompok ini menjadi terkenal di dunia internasional melalui hal-hal kontroversi, yakni melakukan demonstrasi tanpa penutup dada atau topless untuk menentang isu-isu sosial-perempuan, politik dan agama.Hingga saat ini (2015) FEMEN merupakan organisasi feminis dengan aliran radikal terbesar di Perancis dan Eropa Barat. Organisasi ini hadir sebagai simbol dari pertempuran patriarki di Ukraina[16] yang menolak keras eksploitasi seksual, kediktatoran agama terhadap kaum perempuan.

Gerakan ini menentamg dominasi patriarki terhadap kaum perempuan, menentang sistem pemerintahan Islam yang syari’ah yang membatasi dan mengekang perempuan.Gerakan ini juga menentang prostitusi dan campurtangan lembaga-lembaga agama dalam kehidupan perempuan.Gerakan ini mendapatkan banyak simpati dari banyak aktivis perempuan terutama aktivis Timur Tengah dikarenakan persamaan persepsi mengenai pengekangan yang dirasakan aktivis perempuan yang tumbuh besar dalam lingkungan dengan dominasi patriarki dan teokratik.

 

2.Komunitas Sepoci Kopi

Dalam salah satu sosial media, facebook, dapat ditemui sebuah laman yang bernama SepociKopi ID. Laman ini telah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Laman ini diketahui berkembang untuk menjadi wadah perkumpulan kaum lesbianisme di indonesia. Berikut salah satu unggahan yang dibuat oleh lama ini yang diketahui ada pada tanggal 03.Februari.2015.

“Terimakasih teman2 yang baru gabung jadi teman Sepoci Kopi di Facebook.Untuk melihat pengumuman Nobar & Kopdar, perlu menjadi anggota Grup SepociKopi.Anggota milis bisa langsung mendaftar.Jika belum, silakan DM admin untuk mendaftar jadi anggota Grup Sepocikopi.Karena kami percaya tentang saling menjaga kerahasiaan, terutama identitas. Xoxo love lesbian Indonesia”.

 

F.Fenomena Feminisme Radikal

1.   Pernikahan sesama jenis

Fenomena feminisme radikal di negara ini membuat adanya pelaksanaan pernikahan sesama jenis yang berlangsung di wilayah Bali. Hal ini dapat dilihat dalam sebuah website berita sebagaimana yang ada dalam kutipan berikut :

“Foto pernikahan pasangan sejenis Joe Tully dan Tiko Mulya di Bali yang tersebar di media sosial menjadi perbincangan hangat.Netizen Indonesia pun bereaksi keras setelah seorang kawan pasangan ini mengunggah foto-foto mereka di media sosial.

Di foto itu tampak Tully dan Tiko berdiri di depan seorang pria yang diduga rohaniawan berpakaian adat Bali dengan latar belakang hutan yang hijau, kolam dengan hiasan teratai, dan rangkaian yang didominasi warna putih dan biru.”

 

2.   LGBT

Pada tahun 2000-an, komunitas LGBT mulai terlihat pergerakannya di Indonesia.Hal ini dapat dilihat dengan adanya komunitas ‘Sepoci Kopi’ yang berfokus dunia lesbian.Sementara di dunia sendiri, LGBT telah ada sejak tahun 1970-an, hal ini dibuktikan dengan adanya penggunaan bendera pelangi. Bendera pelangi adalah bendera lambang LGBT (Lesbian, Gay,  Biseksual dan Transgender/Transeksual) dengan warna-warnanya yang mencerminkan keragaman dalam komunitas LGBT. Bendera ini diciptakan di California tapi kini digunakan di seluruh penjuru dunia.

Bendera Pelangi dirancang oleh Gilbert Baker asal San Francisco di tahun 1978 dengan enam garis mewakili enam warna pelangi sebagai simbol kebanggaan masyarakat gay. Bendera itu pertama kali dikibarkan dalam parade gay San Francisco pada tanggal 25 Juni 1978. Menurut kabar, Gilbert terinspirasi oleh lagu Judy Garland (ikon gay) berjudul Over The Rainbow.

Mulanya bendera mereka didesain dengan delapan buah warna yaitu merah (hidup), orange (penyembuhan), kuning (sinar matahari), hijau (alam), biru (harmony), ungu/violet (spirit),  pink(sexuality) dan pirus(art/magic ). Namun karena keterbatasan bahan pink dan pirus yang tidak selalu diproduksi maka ke dua warna pink dan pirus tersebut dihilangkan.Sehingga hanya tinggal enam buah warna di bendera tersebut.

 

 

REFERENSI

Tong, Rosemarie Putnam. 2010. “Feminist Thought; Pengantar Paling. Komprehensif kepada Arus Utama Pemikiran Feminis“ Yogyakarta. Jalasutra.

Zul, Muhaimin. “Feminisme Suatu Pengantar Singkat”.

http://muhaiminzul.lecture.ub.ac.id/2017/01/feminisme-suatu-pengantar-singkat/.Diakses pada 10 Maret 2018

Susanto, Gabriel Abdi. “ Pernikahan sesama jenis bikin heboh”

http://health.liputan6.com/read/2319028/pernikahan-sesama-jenis-di-bali-bikin-heboh. Diakses pada 12 Maret 2018

Ramadhani, Nur Aini “Gerakan Feminisme Radikal: Aksi Toples Feminis di Timur Tengah”

http://gerakanaksara.blogspot.co.id/2015/06/gerakan-feminisme-radikal-aksi-toples.html. Diakses pada 10 Maret 2018

Alex dan Lakhsmi “Blog Sepoci Kopi”. http://kafesepocikopi.blogspot.co.id/. Diakses pada 12 Maret 2018

 

 

CATATAN: SELURUH GAMBAR DI POSTINGAN INI HANYALAH ILUSTRASI YANG BERSUMBER DARI IMAGES.GOOGLE.COM

Hits: 9

Fajar Fitrianto
News Reporter