Nyamuk

Dipagi yang sunyi

Dihari yang cerah ini

Ku duduk menepi

Menyambut hati yang sepi

 

Aku berdiri tegak

Matahari terbelalak

Matanya menyorot

Kegilaan yang mulai menyedot

Darahnya terperosot

Dawainya mulai mengedot

 

Tangannya menepuk

Punggung-punggungnya yang bungkuk

 

Si nyamuk terkena

Darah keluar menebar luka

Dia telah tiada

Nyamul telah binasa

Ia berada

Kekosongan hanya menjadi tanda

 

Karang Wangkal, 19 Desember 2018

Hits: 0

Fajar Fitrianto
News Reporter