Rindu (Aku Menyayanginya)

On

Rindu (aku menyayanginya) Karangwangkal, 21 Maret 2018   Waktu yang telah berlalu, membuatku Rindu yang tajam meratapku Senyum manis di anggun wajahmu Kenangan indah bersamamu   Tuhan!! Ajari aku untuk menyayanginya Ajari aku untuk merindukannya Ajari aku untuk merelakannya Bahagia bersamanya  …

Bolehkah Aku Memelukmu?

On

Bolehkah Aku Memelukmu?   Ketika aku merasakan sepi dalam hati, Bolehkah aku memelukmu? Ketika aku sedang menulis seperti ini, Bolehkah aku memelukmu? Ketika aku sedang tumbang dalam kegelapan, Bolehkah aku memelukmu? Ketika aku sedang naik diatas dunia fana, Bolehkah aku memelukmu? Ketika…

Bolehkah Aku Terbang

On

Biarkan Aku Terbang   Dua malaikat mautku menunggu didepan pintu Mereka ingin mengajakku untuk turut bersimpu Katanya “Marilah terbang Fajar! Bersama kami…” Aku hanya menunduk kepada dua dada Tak berani menadah kepala menampakan muka Bukan karena aku tak ingin terbang bersama mereka…

Untuknya (yang pernah aku sakiti)

On

Untuknya (yang pernah aku sakiti) Kepada secarik kertas di atas meja Kepada selongsong pena di bawah kolong Kepada kata yang pernah terlontar Kepada dirimu yang pernah kukenal Aku ingin menuliskan sebait cerita Penyesalanku yang tiada guna Menyakiti hatimu yang penuh berbinar Ternyata…

Bolehkan Aku Memelukmu?

On

Bolehkah Aku Memelukmu?   Ketika aku merasakan sepi dalam hati, Bolehkah aku memelukmu? Ketika aku sedang menulis seperti ini, Bolehkah aku memelukmu? Ketika aku sedang tumbang dalam kegelapan, Bolehkah aku memelukmu? Ketika aku sedang naik diatas dunia fana, Bolehkah aku memelukmu? Ketika…

Biarkan Aku Terbang

On

Biarkan Aku Terbang   Dua malaikat mautku menunggu didepan pintu Mereka ingin mengajakku untuk turut bersimpu Katanya “Marilah terbang Fajar! Bersama kami…” Aku hanya menunduk kepada dua dada Tak berani menadah kepala menampakan muka Bukan karena aku tak ingin terbang bersama mereka…

Untuknya (yang pernah aku sakiti)

On

Untuknya (yang pernah aku sakiti) —- Kepada secarik kertas di atas meja Kepada selongsong pena di bawah kolong Kepada kata yang pernah terlontar Kepada dirimu yang pernah kukenal Aku ingin menuliskan sebait cerita Penyesalanku yang tiada guna Menyakiti hatimu yang penuh berbinar…

AKU?

On

Aku (?)   Seketika itu waktu terus berlalu Tak pedulikan diriku juga perasaanku Kucoba untuk maju ber-asa dalam tingkah laku Tak ada satu atau juga seribu Yang berpeduli padaku   Ini hanya Ujian karena ini firman Tuhan Yang datang kemudian bagi orang…